Kategori: DPRD Medan

Saat Sosperda Afri Rizki Lubis, Warga Keluhkan Tak Ada Parit di Jalan Eka Jaya

MEDAN – Sejumlah warga di Kecamatan Medan Johor mengungkapkan keluhan mereka mengenai masalah banjir yang terus berulang dan penanganan yang dinilai belum efektif.

Hal itu terungkap saat warga bertemu anggota DPRD Kota Medan, M Afri Rizki Lubis SM MIP, dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Kota Medan No 2 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Bencana di Jalan Eka Surya Gang Plamboyan, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, pada Minggu (23/11/2025).

Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, M Yamin Daulay, perwakilan Kecamatan Medan Johor, Gunawan dan Zuhri Sayuti, serta perwakilan Kelurahan Gedung Johor, Ilham Nasution.

Ratusan warga yang hadir pun terlihat begitu antusias menyambut kedatangan politisi Partai NasDem ini. Seruan ‘Pak Rizki Paten, Pak Rizki Ganteng’ berkali-kali menggema saat legislator muda ini tiba di lokasi acara.

Mengawali kegiatan Sosialisasi Perda tentang Penanggulangan Bencana, Rizki Lubis mengatakan bahwa bencana tidak bisa diprediksi. Begitupun, seluruh pihak bisa lebih waspada dan lebih antisipasi dalam menghindari dan menghadapi bencana.

“Sejumlah bencana dapat terjadi karena kelalaian dan ketidakpedulian kita terhadap lingkungan sekitar, seperti sampah. Sampah yang dibiarkan bertumpuk di sembarang tempat dapat menjadi sumber bencana penyakit. Begitu juga kalau dibuang ke parit atau drainase, bisa menyebabkan saluran air macet hingga terjadi banjir,” papar Rizki Lubis.

Ia kemudian menghimbau warga agar lebih memperhatikan lingkungan sekitar demi kebaikan bersama.

Lebih lanjut dijelaskan Rizki Lubis, melalui Perda No 2 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Bencana ini telah memuat tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penanggulangan bencana.

“Tahapan pertama, yakni Prabencana. Tahapan ini mengajak warga untuk mengantisipasi bencana dengan cara mengubah perilaku, khususnya dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Sosialisasi perda yang kita lakukan hari ini juga merupakan bagian dari tahapan prabencana,” ujarnya.

Selanjutnya, sambung Rizki Lubis, adalah tahapan tanggap darurat yang mengatur bagaimana aksi penanggulangan benncana dilakukan hingga evakuasi warga.

“Dan tahapan terakhir adalah pasca bencana, yang mengatur upaya-upaya untuk mengatasi dan memperbaiki dampak bencana yang terjadi,” urai Rizki Lubis.

Memanfaatkan momen sosialisasi ini, sejumlah warga pun menyampaikan uneg-uneg terkait penanganan banjir, khususnya masalah drainase di Kota Medan.

Tari, warga Eka Kencana, mempertanyakan penanganan banjir yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

“Bagaimana sebenarnya penanganan banjir di Medan Johor ini pak, banjir terus di Johor ini. Digali parit, tapi tetap nggak berdampak. Yang ada jalan jadi rusak, bergelombang. Jalannya sampai sekarang pun nggak diperbaiki,” keluhnya.

Yanti, warga Jalan Eka Kencana, mengeluhkan kondisi dinding parit yang rusak di sekitar tempat tinggalnya. “Sering kali banjir di jalan Eka Kencana pak. Dinding paritnya sudah runtuh, tapi belum diperbaiki sampai sekarang. Mana disana LPJU nya juga pada mati,” cetusnya.

Sementara itu, Ani, warga Jalan Eka Jaya 4, menyampaikan permohonan agar dibangunkan saluran air di wilayahnya.

“Nggak ada paritnya di Jalan Eka Jaya itu pak. Jadi setiap kali turun hujan, pasti banjir. Tolong lah pak, supaya dibuatkan parit di tempat kami,” harapnya.

Menanggapi keluhan warga, Rizki Lubis mendesak Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) untuk lebih fokus dalam mengatasi masalah banjir tersebut.

Rizki menggarisbawahi bahwa Kecamatan Medan Johor masih menjadi wilayah yang kerap dilanda banjir setiap kali hujan deras.

“Infrastruktur yang dibangun untuk penanganan banjir di Medan Johor belum mampu mengatasi masalah yang ada. Saya minta Dinas SDABMBK harus lebih fokus,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa Dinas SDABMBK harus meningkatkan fungsi drainase secara maksimal. “Jangan lagi ada drainase yang tidak berfungsi dengan baik, semua drainase di Medan Johor harus dinormalisasi, harus diperbaiki,” tegas Wakil Ketua Komisi IV DPRD Medan itu.

Rizki juga menyatakan heran dengan kinerja Dinas yang terlihat melakukan pengorekan atau galian drainase, namun pekerjaan itu tidak berdampak signifikan.

“Harus dicari formulasi yang lebih tepat. Kemudian, galian drainase yang dilakukan justru berdampak pada kondisi infrastruktur jalan yang rusak dan bergelombang. Hal ini harus menjadi perhatian,” ujarnya.

Merespons keluhan warga Jalan Eka Jaya 4, Rizki Lubis juga meminta Dinas SDABMBK untuk segera membangun drainase baru di wilayah-wilayah yang belum memiliki saluran air. (Red)

Terkini

Direktur SSE Curhat 2 Tahun Tagih Hak ke Inalum Hingga Surati Presiden Prabowo

MEDAN – Di balik riuh proyek pengadaan barang di lingkungan BUMN, terselip kisah panjang yang…

24 Mei 2026

M. Afri Rizki Lubis Minta Warga Disiplin Bayar Retribusi Sampah, LPJU Rusak di Medan Tuntungan Ikut Disorot

MEDAN – Permasalahan pengelolaan persampahan di Kecamatan Medan Tuntungan menjadi perhatian serius dalam Sosialisasi Peraturan…

24 Mei 2026

Rahudman: Rico Waas Salah Langkah, Kepala Daerah Bukan Penguasa yang Bisa Jalan Sendiri

MEDAN - Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Rahudman Harahap, melontarkan kritik keras terhadap langkah Wali Kota…

24 Mei 2026

14 Tempat Wisata di Samosir Paling Indah, Surga Tersembunyi di Tengah Danau Toba

SAMOSIR – Jelang liburan panjang akhir pertengahan tahun, mungkin sudah banyak yang mempersiapkan rencana berwisata…

23 Mei 2026

Viral Video TKW Taiwan 3 Vs 1, Link Aslinya Akhirnya Ketemu!

JAKARTA - Media sosial kembali panas setelah video bertajuk “TKW Taiwan 3 Vs 1” mendadak…

23 Mei 2026

Jasa Raharja Raih Penghargaan Kapolri atas Dukungan terhadap Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 dan Operasi Lilin Nataru 2025

JAKARTA – PT Jasa Raharja menerima penghargaan dari KepolisianNegara Republik Indonesia atas partisipasi aktif dan…

23 Mei 2026