Bisnis

Dirut PUD Pasar Hadiri Rakor TPID Medan Bahas Kolaborasi dan Inovasi Pengendalian Inflasi

25
×

Dirut PUD Pasar Hadiri Rakor TPID Medan Bahas Kolaborasi dan Inovasi Pengendalian Inflasi

Sebarkan artikel ini

MEDAN – Kolaborasi dan inovasi antar-instansi sangat penting dalam pengendalian inflasi. Dengan begitu, perencanaan pengendalian inflasi dapat lebih konkret.

Hal ini terungkap pada rapat kordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Medan, Rabu (15/4/2024). Rakor dipimpin Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Asisten Ekbang Agus Suriyono. Agus didampingi Kabag Perekonomian Regen dan Kepala Bappeda Benny Iskandar.

Rakor TPID diikuti oleh Dirut PUD Pasar Medan Suwarno, Bulog Medan, perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut, perwakilan badan Badan Pusat Statistik (BPS) Medan, perwakilan Kodim 0201/Medan, perwakilan Polrestabes Medan, Direktur PT Pilar Grup Indonesia Zia Muhammad, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).

BACA JUGA :  Romy Ginting Terpilih Sebagai Ketua DPD SP PLN UID Sumut Periode 2024-2029

Saat membuka rakor, Asisten Ekbang Agus Suriyono menekankan agar harga bahan pangan yang mempengaruhi inflasi dapat dikendalikan.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Regen menuturkan dalam pengendalian inflasi dibutuhkan komitmen dari instansi dan forkopimda di Medan. Selain itu, dibutuhkan dukungan dari Bulog untuk menjaga ketersediaan pangan.

Selanjutya, Kepala Bappeda Medan Benny Iskandar mengungkapkan diperlukan perencanaan dalam pengendalian inflasi. Ini agar langkah-langkah dalam pengendalian inflasi dapat lebih terukur. “Karena itu dibutuhkan kordinasi, kolaborasi dan inovasi dari anggota TPID,” bebernya.

BACA JUGA :  Inovasi Daur Ulang Mandiri Oli Bekas, Agincourt Resources Raih EPSA 2025

Pada kesempatan tersebut, Dirut PUD Pasar Medan Suwarno memaparkan bahwa PUD Pasar Medan masih terus menjalankan Pasar Murah Keliling. Hal ini untuk lebih menjangkau masyarakat demi memenuhi kebutuhan pangan pokok.

Pada rapat tersebur, perwakilan BPS Medan menuturkan bahwa pada April 2024, penyumbang inflasi terbesar yakni transportasi sebesar 1,47 persen. Transportasi itu antara lain angkutan udara, angkutan antar kota, sepesa motor dan tarif kereta api. Memasuki awal Mei, tercatat terjadi kenaikan inflasi terhadap komoditas bawang merah, cabai merah dan bawang bombai. (Red)