Kategori: Bisnis

Juni 2023, OJK Tuntaskan 70,41 Persen Pengaduan Masyarakat Sumut

MEDAN– Otoritas Jasa Keuangan terus mendorong penyelesaian pengaduan, baik yang berindikasi sengketa maupun yang tergolong indikasi pelanggaran.

Sejak awal Januari hingga 30 Juni 2023, OJK telah menerima 4.496 permintaan layanan dari masyarakat Sumatera Utara terdiri dari 3.562 pertanyaan, 444 permohonan informasi, dan 490 pengaduan yang masuk melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK).

“Pengaduan nasabah melalui APPK dan datang langsung ke KR 5 Sumbagut pada Januari hingga Juni 2023 total sebanyak 490 pengaduan,” kata Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Bambang Mukti Riyadi, Selasa (25/7/2023).

Bambang menuturkan, terdapat 339 pengaduan atau sekira 70,41 persen yang terselesaikan penanganannya dan sebanyak 145 pengaduan (29,59 persen) yang sedang dalam proses penyelesaian.

“OJK menerima pengaduan tersebut dan ditindaklanjuti, paling banyak masalah perbankan dan asuransi disusul perusahaan pembiayaan dan fintech,” kata Bambang.

Ia merinci, terkait dengan pengaduan yang masuk melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen itu, jumlahnya terdiri dari pengaduan masalah perbankan sebanyak 177, asuransi 143, perusahaan pembiayaan 89, fintech P2P lending (yang berizin yang terdaftar di OJK) 73, pasar modal 3, pegadaian 1 dan industri keuangan non bank (IKNB) lainnya 4.

Ia mengungkapkan, di sektor asuransi, masalah klaim asuransi paling banyak diadukan nasabah ke OJK Regional 5 Sumbagut melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen maupun datang langsung ke kantor OJK KR 5 Sumbagut.

“Untuk pengaduan masalah asuransi, paling banyak masalah klaim dana nasabah mencapai 123, produk layanan tak sesuai penawaran 17, pembatalan dan penutupan polis 1 serta persoalan premi asuransi juga 1,” sebutnya.

Sedangkan di sektor perbankan, paling banyak masalah Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebanyak 36 dan restrukturisasi/relaksasi pembiayaan 20.

Dijelaskannya, pada masa Covid-19 banyak usaha kecil menengah yang tutup, namun banyak juga yang tumbuh secara digitalisasi.

“Untuk pinjaman online atau fintech kebanyakan yang diadukan masalah dampak negatif dari Pinjol tersebut,” ucapnya.

Acara media update kinerja sektor jasa keuangan di Sumut itu dihadiri Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Perizinan OJK KR 5 Sumbagut Anton Purba, serta Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK, dan Kemitraan Pemerintah Daerah OJK KR 5 Sumbagut Wan Nuzul Fachri. (swisma)

Terkini

JAGA MARWAH: Penggeledahan Kafe Terkait Jampidsus Jangan Dijadikan Alat Pelemahan Kejaksaan RI

JAKARTA – Aktivis antikorupsi yang juga Ketua Umum Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (Jaga Marwah), Edison…

9 Juli 2026

Jasa Raharja Sumatera Utara Gelar Mobile Unit Keselamatan Lalu Lintas di Pool PO DAMRI Medan

MEDAN – Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kesehatan para awak angkutan umum, PT Jasa Raharja…

8 Juli 2026

Konsisten, PTPN IV Palmco Tahun Ini Bagikan Dividen Rp2,83 Triliun

JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, subholding PTPN III (Persero), menetapkan pembagian…

8 Juli 2026

DSILS Sabet 28 Medali di Kejurnas Pariaman Open 2026, Zulkifli: Hadiah Terindah untuk HUT ke-80 Deli Serdang

DELI SERDANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet sepatu roda Kabupaten Deli Serdang. Kontingen Deli Serdang…

7 Juli 2026

Solusi Banjir Sempakata Tak Kunjung Ada, Warga Korban Temui Ketua DPRD Kota Medan

MEDAN – Merasa persoalan banjir yang telah berlangsung belasan tahun tak kunjung mendapatkan solusi, perwakilan…

7 Juli 2026

LIPPSU Ajak Masyarakat Selamatkan Tanah Gordang Sambilan dari Mafia PETI: Stop, Sebelum Alam Murka!

MEDAN – Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina)…

7 Juli 2026