Perbankan Sumut Tunjukkan Tingkat Ketahanan Baik, Pertumbuhan Kredit Melampaui Nasional

MEDAN-Sektor Perbankan di Sumatera Utara masih menunjukkan tingkat ketahanan yang baik, tercermin dari kondisi permodalan dan likuiditas posisi Mei 2025.

Rasio Alat Likuid terhadap Dana Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK), masing-masing sebesar 116,55 persen (meningkat dibanding Januari 25: 91,88 persen) dan 23,37 persen (meningkat dibanding Jan-25: 19,39 persen).

“Kedua indikator ini berada jauh di atas ambang batas minimal yang dipersyaratkan (masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen),” kata Kepala Kantor OJK  Sumut, Khoirul Muttaqien, Rabu (16/7/2025).

Kondisi ini sekaligus mencerminkan kesiapan yang baik sektor perbankan di Sumatera Utara memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat dalam jangka pendek.

Pertumbuhan kredit (31 Mei 2025) bank umum di Sumatera Utara mencapai 14,34 persen (yoy) sekaligus melanjutkan tren akseleratif sejak September 2024. Angka ini melampaui pertumbuhan kredit nasional yang tercatat sebesar 8,43 persen.

Berdasarkan Struktur Pembiayaan, total penyaluran kredit produktif sebesar Rp214,52 triliun atau setara dengan 70,34 persen dari total portofolio kredit, dan dengan laju pertumbuhan sebesar 15,3 persen (yoy).

Dijelaskannya, tingginya porsi kredit produktif mencerminkan struktur kredit yang konsisten mengakselerasi motor perekonomian daerah.

Pertumbuhan kredit produktif ditopang oleh peningkatan kredit Modal Kerja, yang menyumbang 44,05 persen dari total kredit dan tumbuh sebesar 13,22 persen (yoy).

Sementara itu, kredit Investasi yang memiliki porsi 26,29 persen mencatat pertumbuhan sebesar 18,96 persen (yoy).

Dari sisi Lapangan Usaha, pertumbuhan kredit produktif terutama ditopang oleh sektor Industri Pengolahan dengan pangsa sebesar 24,39 persen dan tumbuh sebesar 21,45 persen (yoy).

Pertumbuhan ini turut dipicu oleh perbaikan harga komoditas secara bertahap. Sektor Pertanian dan Perkebunan juga mengalami pertumbuhan yang substansial, dengan pangsa 17,81 persen dan pertumbuhan tercatat 23,37 persen (yoy).

Upaya peningkatan produktivitas dan ekspansi lahan di Sumatera Utara turut memicu pertumbuhan sektor ini.

Inisiatif Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara melalui Program Skema Pengembangan Komoditas Sawit Rakyat (SERAYA) turut mendukung meningkatkan kontribusi sektor ini. ( swisma)