Kategori: Hukum

Massa Demo di KPK, Desak Pengusutan Dugaan Korupsi Wali Kota Pematangsiantar

JAKARTA – Dugaan kasus korupsi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar kembali menjadi sorotan publik. Ratusan massa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat Anti Diskriminasi (DPP GARANSI) dan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Hukum (AMPPUH) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kamis (4/6/2026).

Dalam aksi tersebut, massa mendesak KPK untuk segera menindaklanjuti sejumlah laporan dugaan penyimpangan yang sebelumnya telah disampaikan kepada lembaga antirasuah tersebut.

Para peserta aksi membawa spanduk dan baliho berisi tuntutan agar KPK melakukan penyelidikan terhadap berbagai dugaan kasus yang disebut terjadi di lingkungan Pemerintah Kota Pematangsiantar.

Soroti Dugaan Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19

Ketua Umum DPP GARANSI, Sukri Soleh Sitorus, mengatakan salah satu kasus yang menjadi perhatian pihaknya adalah dugaan penyimpangan dalam proses pembelian eks Rumah Singgah Covid-19 yang dinilai berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah.

Menurutnya, KPK perlu melakukan audit investigatif terhadap seluruh tahapan pengadaan aset tersebut, mulai dari proses penilaian, pembayaran, hingga pengalihan hak kepemilikan.

“Kami meminta KPK melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap proses pembelian aset eks Rumah Singgah Covid-19 untuk memastikan ada atau tidaknya potensi kerugian negara,” ujar Sukri dalam orasinya.

Dua Dugaan Kasus Lain Ikut Dilaporkan

Selain kasus eks Rumah Singgah Covid-19, koalisi GARANSI dan AMPPUH juga menyampaikan laporan terkait dua dugaan kasus lainnya.

Pertama, dugaan pengaturan proyek pemerintah yang disebut melibatkan proses pelelangan dan pelaksanaan sejumlah proyek di lingkungan Pemko Pematangsiantar.

Kedua, dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Uli Kota Pematangsiantar Tahun Buku 2024 yang menurut mereka perlu mendapat perhatian aparat penegak hukum.

“Kami berharap seluruh laporan yang telah kami sampaikan dapat ditindaklanjuti secara profesional dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Sukri.

Desak KPK Tindak Lanjuti Laporan

Dalam aksi tersebut, massa meminta KPK untuk melakukan telaah dan penyelidikan terhadap seluruh laporan yang telah disampaikan, termasuk memeriksa pihak-pihak yang dianggap mengetahui atau terlibat dalam dugaan kasus tersebut.

Mereka juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses penanganan laporan hingga terdapat kepastian hukum dari lembaga berwenang.

Aksi yang berlangsung di depan Gedung KPK tersebut berjalan tertib dan mendapat pengawalan aparat keamanan. Para peserta berharap KPK dapat menindaklanjuti setiap laporan dugaan tindak pidana korupsi secara objektif, profesional, dan sesuai dengan prinsip penegakan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam laporan tersebut terkait tudingan yang disampaikan massa aksi. (Red)

Terkini

Kolaborasi Jasa Raharja-Kemenaker, Dorong Keselamatan dan Kepatuhan Berlalu Lintas  

Jakarta – Direktur Operasional PT Jasa Raharja, Ariyandi, menggelar audiensi bersama Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI,…

17 Juni 2026

Bobby Nasution Lepas Kontingen Pesparawi Nasional, Targetkan Sumut Pertahankan Gelar Juara Umum

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution melepas kontingen Sumut untuk mengikuti…

16 Juni 2026

Bobby Nasution Larang ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Gunakan Vape

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution melarang aparatur sipil negara (ASN), non-ASN, hingga…

16 Juni 2026

Pemprov Sumut Bersama APH Terus Perkuat Perang Melawan Narkoba, hingga Larangan ASN Gunakan Vape

MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan…

16 Juni 2026

Wamenag RI Apresiasi Kekompakan Gubernur Bobby dan Wagub Surya

MEDAN - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia Muhammad Syafi'i atau yang lebih dikenal Romo…

16 Juni 2026

Tidak Ada Lagi Kutipan Liar di Jalur Menuju Sidebuk Debuk, Warganet Apresiasi Bobby Nasution

MEDAN – Praktik kutipan liar di jalur menuju objek wisata Pemandian Air Panas Sidebuk Debuk,…

16 Juni 2026