Kategori: Nasional

Sekolah Rakyat, Model Pengentasan Kemiskinan Terpadu

BANJARBARU–  Program Sekolah Rakyat merupakan model pengentasan kemiskinan terpadu yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dengan pendidikan sebagai pintu masuk utama.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dalam konferensi selepas meninjau persiapan peresmian Sekolah Rakyat rintisan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1/2026).

Mensos Saifullah mengatakan program tersebut tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga melibatkan orang tua sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.

Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas, sekaligus menjadi miniatur pengentasan kemiskinan terpadu.

Menurut dia, konsep Sekolah Rakyat mengintegrasikan pendidikan anak dengan pemberdayaan keluarga agar dampaknya berkelanjutan.

“Anaknya disekolahkan, orang tuanya diberdayakan. Anaknya lulus, orang tuanya naik kelas. Pendekatannya memang pengentasan kemiskinan,” kata Mensos, dikutip dari AntaraNews.

Dalam pelaksanaannya Sekolah Rakyat menjadi episentrum berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, antara lain Program Tiga Juta Rumah, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JKN, serta bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Diketahui data terakhir masih 8,57 persen atau sekitar 24 juta penduduk Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Bahkan 1,13 persen atau sekitar 3,17 juta penduduk masuk dalam kategori miskin ekstrem.

“Rumah dari siswa nanti akan dibantu, orang tuanya jadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, dapat bantuan sosial sesuai periode tertentu, dapat makan bergizi dan cek kesehatan,” ujarnya.

Melalui Sekolah Rakyat, kata dia, Presiden ingin menyiapkan anak-anak dari keluarga tidak mampu agar memiliki kapasitas dan daya saing untuk berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan data Kementerian Sosial (Kemensos), hingga 2025 telah dibangun 166 titik Sekolah Rakyat rintisan dengan kapasitas sekitar 16.000 siswa yang didukung 2.400 guru serta lebih dari 4.000 tenaga kependidikan pada jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat. (ant/isl)

Terkini

BNN Sumut Tangkap 6 Pengedar Narkoba dalam Operasi Saber Bersinar 2026

MEDAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara berhasil mengungkap dua kasus peredaran narkotika…

9 Juni 2026

Polda Sumut Gerebek Markas Begal Geng Motor di Marelan, 8 Pelaku Ditangkap dan 3 Ditembak

MEDAN – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara berhasil membongkar markas komplotan begal…

9 Juni 2026

Kepala Cabang Jasa Raharja Pematangsiantar Berikan Edukasi Keselamatan dalam Program PPKL di SMA Negeri 2 Pematangsiantar

PEMATANGSIANTAR – PT Jasa Raharja Cabang Pematangsiantar kembali melaksanakan Program Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas…

9 Juni 2026

Jasa Raharja Pematangsiantar Gelar Program PPKL di SMK Swasta Mars, Libatkan Guru dan Orang Tua Murid

PEMATANGSIANTAR – Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas, PT Jasa Raharja…

9 Juni 2026

Heboh! KPK Dikabarkan Datangi DPRD Medan

MEDAN – Suasana tidak biasa terjadi di Gedung DPRD Kota Medan, Selasa (9/6/2026). Sejak pagi,…

9 Juni 2026

Bawa Dampak Positif Berkelanjutan, PTPN IV Regional I Serahkan Bantuan Rumah dan Jamban Sehat

SERDANG BEDAGAI – Gurat bahagia tidak dapat disembunyikan dari wajah Darmawan, seorang warga Desa Pekan…

9 Juni 2026