News

Peduli Keselamatan Transportasi, Jasa Raharja Pematang Siantar Gelar Layanan Kesehatan Gratis bagi Awak Bus PO Paradep

9
×

Peduli Keselamatan Transportasi, Jasa Raharja Pematang Siantar Gelar Layanan Kesehatan Gratis bagi Awak Bus PO Paradep

Sebarkan artikel ini

PEMATANGSIANTAR – Dalam rangka meningkatkan keselamatan transportasi darat dan memastikan kondisi kesehatan pengemudi angkutan umum tetap prima, Jasa Raharja Cabang Pematang Siantar menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi awak bus di Perusahaan Otobus Paradep. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 17 Juli 2025, dan mendapat respons positif dari para pengemudi dan kru bus.

Kegiatan layanan kesehatan ini merupakan bagian dari program pencegahan kecelakaan yang secara rutin dilakukan oleh Jasa Raharja di berbagai daerah. Pemeriksaan kesehatan yang diberikan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta konsultasi kesehatan dasar yang dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Jasa Raharja Pematang Siantar diwakili oleh Sdri. Fadhilah Azliyah, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini gangguan kesehatan yang bisa mempengaruhi konsentrasi atau kemampuan fisik pengemudi dalam menjalankan tugas.

“Keselamatan para pengemudi adalah prioritas utama. Dengan kondisi fisik yang sehat, kita bisa menekan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas, sekaligus memberikan rasa aman bagi para penumpang,” ujar Fadhilah.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat, istirahat cukup sebelum berkendara, serta menghindari penggunaan obat-obatan terlarang atau zat yang dapat memengaruhi kesadaran saat mengemudi.

Manajemen PO Paradep menyambut baik kegiatan ini dan berharap kolaborasi seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin, mengingat tanggung jawab pengemudi bus sangat besar dalam menjaga keselamatan puluhan penumpang setiap harinya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya aspek kesehatan dalam keselamatan berkendara semakin meningkat, tidak hanya di kalangan pengemudi, tetapi juga pengelola perusahaan angkutan umum dan masyarakat luas. (Red)