MEDAN – Manager SPBU Nagalan, MAL diduga mendapat keuntungan dalam penjualan BBM oplosan.
Wakapolrestabes Medan, AKBP Taryono Raharja mengatakan, kegiatan yang dilakukan pihak SPBU itu telah berjalan delapan bulan. Keuntungannya, setiap pembelian BBM oplosan dari MI yang diambil dari gudang F, pihak SPBU mendapatkan Rp1000 per liter.
“Untuk sekali pemasaran kurang lebih 8 ton, satu minggu tiga kali. Kalau dia beli BBM dari MI mendapat keuntungan Rp1000 per liter. Kalau beli dari Pertamina dapat keuntungan Rp300 per liter,” ujar Wakapolrestabes.
Lanjutnya, di SPBU Nagalan itu, BBM oplosan tersebut dijual sebagai Pertalite. Pihaknya sedang mendalami apakah ada SPBU lain yang melakukan hal yang sama.
“Jadi BBM Pertalite yang asli diracik di sini (didalam tangki timbun) dengan BBM yang dipesan dari MI. Jadi disini dijual sebagai pertalite, namun kualitasnya bukan pertalite. Untuk SPBU lain, nanti kami dalami,” tutup Wakapolrestabes. (Red)
MEDAN - Koordinator Jaringan Setia Hasyim, Julius Fadli menegaskan bahwa Hasyim SE merupakan sosok yang…
SEMARANG — Jasa Raharja terus melayani dengan sepenuh hati dengan memastikan perlindungan optimal bagi masyarakat…
SEMARANG – Upaya mempercepat transformasi digital layanan Samsat kian diperkuat melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pembina…
MEDAN — Jasa Raharja bersama petugas Polsuska melaksanakan kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang kereta…
MEDAN - Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap keselamatan berlalu lintas, telah dilaksanakan kegiatan…
LANGKAT - Sultan Langkat Tuanku Seri Sultan Harimugaya Abdul Djalil Rahmadsyah pada Selasa (21/4) menyampaikan sanggahan…