Ragam

Pesulap Merah Ungkap Perjalanan Emosional: Dari Penolakan hingga Penerimaan Mendiang Istri Terhadap Ratu Rizky Nabila

56
×

Pesulap Merah Ungkap Perjalanan Emosional: Dari Penolakan hingga Penerimaan Mendiang Istri Terhadap Ratu Rizky Nabila

Sebarkan artikel ini

BOGOR – Dalam perjalanan poligami yang dipilihnya, Pesulap Merah alias Marcel Radhival menghadapi fase emosional yang mendalam. Kini, ia membuka tabir proses panjang bagaimana mendiang istri pertamanya, Tika Mega Lestari, yang awalnya menolak, akhirnya bisa menerima kehadiran Ratu Rizky Nabila sebagai istri kedua.

Dalam sebuah pertemuan eksklusif di kawasan Cileungsi, Bogor, Pesulap Merah berbicara jujur tentang dinamika rumah tangganya. Ia mengungkapkan bahwa setelah menikahi Ratu Rizky Nabila, komunikasi dengan mendiang istri pertamanya sempat diwarnai ketegangan dan penolakan.

BACA JUGA :  Buka Livin’ Fest 2025, Wagub Sumut Dorong Sinergi Digital dan Ekonomi Inklusif

“Awalnya memang tidak mudah. Tentu ada penolakan dan rasa tidak terima,” akunya kepada media.

Namun, waktu membuktikan bahwa hubungan dapat berubah. Marcel menjelaskan bahwa Tika dan Ratu mulai menjalin komunikasi langsung, bahkan saling berkomunikasi setiap hari melalui pesan singkat.

“Mereka akhirnya bisa mengobrol berdua, saling kirim chat. Sampai-sampai, mereka kompak kalau sedang menegur saya,” cerita Marcel dengan nada hangat.

BACA JUGA :  Pengakuan Poligami Pesulap Merah Pasca Kepergian Istri Pertama, Marcel Radhival: “Nabila Sedang Hamil”

Langkah penting dalam proses ini adalah pengenalan langsung antara Tika dan Ratu. Marcel secara aktif memfasilitasi pertemuan dan dialog agar keduanya saling memahami.

“Saya perkenalkan Ratu kepada istri pertama saya. Saya sampaikan bahwa Ratu tidak punya niat menggantikan posisi siapa pun. Perlahan, hati mereka terbuka,” lanjutnya.

Bukti konkret dari hubungan yang membaik ini adalah siaran langsung TikTok bertiga yang pernah mereka lakukan. Dalam live tersebut, Marcel, Tika, dan Ratu terlihat harmonis berinteraksi dengan pengikut mereka.

BACA JUGA :  PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Berbagi Sembako untuk Warga dan Kader di Kelurahan Binjai

“Live itu adalah bentuk penerimaan dan dukungan di antara mereka. Semuanya butuh proses, tetapi akhirnya mereka saling menguatkan,” tutup Marcel. (Red)