Sumut

Menembus Lumpur dan Air Mata, Yayasan IAS Aljannah Bantu Korban Banjir di Tapsel

TAPANULI SELATAN – Di tengah duka dan keterbatasan pascabanjir yang melanda Sumatera Utara, secercah harapan datang dari Yayasan Sekolah IAS Aljannah. Yayasan ini turun langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga di dua desa terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Banjir yang melanda sedikitnya 11 wilayah di Sumatera Utara tidak hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga memutus harapan masyarakat untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Sawah terendam, dapur kosong, dan anak-anak terpaksa bertahan di tengah kondisi yang serba terbatas.

Melihat kondisi tersebut, Leo Sartana Siregar, putra daerah Tapsel mewakili ayahandanya Muslimin Siregar pemilik Yayasan Sekolah IAS Aljannah berlokasi di jalan jambore no 4 kelurahan harja mukti Depok, mengaku hatinya tergerak untuk pulang kampung dan membantu langsung saudara-saudaranya yang tertimpa musibah.

“Saya sedih dan pilu melihat apa yang dialami masyarakat di Sumut, Sumbar, dan Aceh. Saat melihat mereka yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan, saya bertekad untuk kembali dan berbuat sesuatu,” ungkap Leo dengan mata berkaca-kaca.

Kegiatan sosial ini turut dihadiri Jemaah Mangaraja Pangalinoan Muda (MPM) serta perangkat desa setempat. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, minyak goreng, telur, gula, bubuk teh, sarden, dan biskuit—barang sederhana, namun sangat berarti bagi warga yang kini kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Nawal, yang akrab disapa masyarakat Tapsel, mengatakan bahwa banyak warga terdampak tidak bisa bekerja akibat banjir.
Pembagian bantuan ada dua lokasi, dan didampingi Sekcam Muhammad Arifin Nasution S’Ag MM. Lokasi pembagian bantuan yang pertama tempat pengungsian Gedung Madrasah Dusun Pangkolan Desa Luat Lombang Kecamatan Sipirok.
Pembagian bantuan ke dua di lokasi Desa Sampean Kecamatan Sipirok.

“Mereka bukan hanya kehilangan harta, tapi juga harapan untuk esok hari. Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi kami berharap bisa menguatkan mereka agar tidak merasa sendirian,” ujarnya saat diwawancarai awak media, Sabtu (20/Desember/2025).

Leo berharap kepedulian ini menjadi panggilan hati bagi putra daerah lainnya untuk ikut bergerak membantu.

“Musibah ini adalah ujian bagi kita semua. Sudah seharusnya kita saling menguatkan, saling berbagi, dan hadir untuk sesama,” tutupnya.

Di tengah lumpur, air mata, dan keterbatasan, kehadiran bantuan ini menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan masih hidup—bahwa di saat paling sulit, harapan bisa datang dari kepedulian sesama. (Red)

Terkini

Jasa Raharja Sumatera Utara Gelar Mobile Unit Keselamatan Lalu Lintas di Pool PO DAMRI Medan

MEDAN – Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kesehatan para awak angkutan umum, PT Jasa Raharja…

8 Juli 2026

Konsisten, PTPN IV Palmco Tahun Ini Bagikan Dividen Rp2,83 Triliun

JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, subholding PTPN III (Persero), menetapkan pembagian…

8 Juli 2026

DSILS Sabet 28 Medali di Kejurnas Pariaman Open 2026, Zulkifli: Hadiah Terindah untuk HUT ke-80 Deli Serdang

DELI SERDANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet sepatu roda Kabupaten Deli Serdang. Kontingen Deli Serdang…

7 Juli 2026

Solusi Banjir Sempakata Tak Kunjung Ada, Warga Korban Temui Ketua DPRD Kota Medan

MEDAN – Merasa persoalan banjir yang telah berlangsung belasan tahun tak kunjung mendapatkan solusi, perwakilan…

7 Juli 2026

LIPPSU Ajak Masyarakat Selamatkan Tanah Gordang Sambilan dari Mafia PETI: Stop, Sebelum Alam Murka!

MEDAN – Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina)…

7 Juli 2026

KORSA: Jangan Hakimi Ditjen PAS dengan Asumsi, Pengadaan Pengamanan Lapas Dinilai Telah Sesuai Standar dan Regulasi

JAKARTA – Korps Rakyat Bersatu (KORSA) menyatakan dukungan penuh terhadap Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)…

6 Juli 2026