Kategori: Bisnis

PGN Salurkan Gas Bumi ke Toko Bika Ambon Nikmat ‘twins’ di Medan

MEDAN– PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN), subholding gas dari PT Pertamina (Persero), terus memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai sektor, termasuk pelaku usaha kuliner.

Kali ini, PGN menyalurkan gas bumi ke pelanggan komersial toko Bika Ambon Nikmat ‘twins’, di Jalan Sei Kera, Medan.

Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan menjelaskan Bika Ambon Nikmat ‘twins’ termasuk pelanggan komersial kategori Bronze 1, dengan estimasi pemakaian rata-rata 4.000 meter kubik gas per bulan.

“Penambahan pelanggan ini mendukung peningkatan volume pemanfaatan gas bumi untuk sektor komersial di Medan,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Kamis (05/06/2025).

Disebutkannya,  hingga pertengahan 2025, PGN telah menyalurkan gas sekitar 17 BBTUD untuk pelanggan komersial dan industri.

PGN Area Medan telah melayani lebih dari 182 pelanggan komersial dan industri, termasuk di wilayah Deliserdang.

Menurutnya, PGN terus berkomitmen menyediakan energi bersih dan mendukung agenda pemerintah dalam transisi energi menuju target net zero emission pada 2060.

“Kami ingin gas bumi menjadi solusi energi bersih yang menjangkau lebih banyak sektor, termasuk UMKM, demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Agus.

Pemilik toko, Susi menyambut baik penggunaan gas bumi ini. Ia telah lama ingin beralih dari bahan bakar konvensional ke gas bumi demi mendukung efisiensi dan kebersihan dapur.

“Saya dapat banyak masukan dari sesama pengusaha kuliner yang sudah lebih dulu menggunakan gas bumi. Setelah melihat dapur mereka yang lebih bersih dan rapi, saya semakin yakin,” ungkap Susi saat seremoni gas in.

Usaha Bika Ambon Nikmat ‘twins’ berdiri sejak 2006 dan kini memiliki empat cabang di Medan.

Dengan pusat produksi di Jalan Sei Kera, kebutuhan energi untuk memasak terus meningkat seiring bertambahnya kapasitas produksi.

Sebelum menggunakan gas bumi, kata Susi biaya bahan bakar bisa mencapai Rp800 ribu per hari untuk memproduksi sekitar 400 kotak bika ambon.

“Dengan gas bumi, tekanannya lebih stabil dan tidak perlu isi ulang. Ini penting untuk hasil bika ambon yang sempurna. Api yang tiba-tiba mengecil bisa membuat kue menjadi bantet,” ungkap Susi. ( swisma)

Terkini

Jasa Raharja Sumatera Utara Gelar Mobile Unit Keselamatan Lalu Lintas di Pool PO DAMRI Medan

MEDAN – Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kesehatan para awak angkutan umum, PT Jasa Raharja…

8 Juli 2026

Konsisten, PTPN IV Palmco Tahun Ini Bagikan Dividen Rp2,83 Triliun

JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, subholding PTPN III (Persero), menetapkan pembagian…

8 Juli 2026

DSILS Sabet 28 Medali di Kejurnas Pariaman Open 2026, Zulkifli: Hadiah Terindah untuk HUT ke-80 Deli Serdang

DELI SERDANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet sepatu roda Kabupaten Deli Serdang. Kontingen Deli Serdang…

7 Juli 2026

Solusi Banjir Sempakata Tak Kunjung Ada, Warga Korban Temui Ketua DPRD Kota Medan

MEDAN – Merasa persoalan banjir yang telah berlangsung belasan tahun tak kunjung mendapatkan solusi, perwakilan…

7 Juli 2026

LIPPSU Ajak Masyarakat Selamatkan Tanah Gordang Sambilan dari Mafia PETI: Stop, Sebelum Alam Murka!

MEDAN – Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina)…

7 Juli 2026

KORSA: Jangan Hakimi Ditjen PAS dengan Asumsi, Pengadaan Pengamanan Lapas Dinilai Telah Sesuai Standar dan Regulasi

JAKARTA – Korps Rakyat Bersatu (KORSA) menyatakan dukungan penuh terhadap Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)…

6 Juli 2026