Selamat Datang Gubernur Sumut, Harapan Pemulihan Di Tengah Tantangan Berat Ekonomi

– Medan. Kepala daerah terpilih akan segera bertugas dalam waktu dekat ini. Sejumlah tantangan besar pembangunan ekonomi sudah di depan mata. Terlebih ada kebijakan penghematan/pengalihan anggaran yang membuat motor penggerak ekonomi melemah akselerasiinya. Ditambah dengan memburuknya kondisi ekonomi dunia yang terhimpit oleh memburuknya tensi geopolitik ekonomi.

Untuk Sumatera Utara sendiri, potensi koreksi pada pertumbuhan ekonominya akan lebih besar dibandingkan dengan provinsi lain yang ada di Indonesia. Jadi kalau melihat kinerja pertumbuhan ekonomi Sumut 2024 yang mencapai 5.03% (c to c), sebenarnya Sumut masih ditopang oleh anggaran PON yang turut mendongkrak perekonomian di wilayah ini.

Selebihnya perekonomian Sumut tak ubahnya pertumbuhan ekonomi provinsi lain, yang pada tahun kemarin diuntungkan dengan limpahan belanja dari perhelatan pemilihan umum.

“Jadi di tahun 2025 ini, daya beli masyarakat yang tercermin dari belanja rumah tangga sudah tidak mendapatkan momentum besar. Artinya ekonomi Sumut dari sisi pengeluaran akan kembali dalam stelan pabrik,” ungkap Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin, Rabu (19/2/2025).

Sulit untuk mengharapkan dorongan pertumbuhan ekonomi dari belanja pemerintah yang mengalami pemangkasan anggaran belakangan ini. Sementara itu, sektor swasta juga terbebani oleh memburuknya kondisi ekonomi eksternal, yang tercermin dari menurunnya ekspor Sumut secara ril sebesar 10.9% di November 2024 (Year to Date).

Disisi lain, terjadi kenaikan ekspor Sumut secara nominal seiring dengan membaiknya harga komoditas ditambah dengan pelemahan mata uang rupiah.

“Saya mengucapkan selamat datang Pak Bobby Nasution yang menjabat sebagai Gubernur Sumut periode 2025 – 2030. Berikut sejumlah kepala daerah tingkat II di wilayah Sumatera Utara,” ujarnya.

Tantangan pembangunan ekonomi Sumut kedepan akan jauh lebih berat dari realisasi tahun 2024 silam. Problematika ekonomi juga berpeluang memburuk jika tensi geopolitik ekonomi kian memanas.

*Saya memperkirakan akan ada banyak anggaran pemerintah daerah yang alami defisit di tahun 2025 ini. Peran negosiasi kepala daerah dalam mendatangkan anggaran di luar APBN, termasuk investor hingga optimalisasi pembiayaan dari Bank Daerah sangat dibutuhkan disini,” jelasnya.

Masyarakat Sumut tentunya berharap besar kepada Pak Bobby Nasution dalam mengatasi sejumlah tantangan ekonomi Sumut 5 tahun kedepan. Dan pembangunan juga akan optimal, jika sinergi antara pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota. Ini yang seharusnya dipahami oleh masing masing kepala daerah.

(mdc)

Terkini

14 Tempat Wisata di Samosir Paling Indah, Surga Tersembunyi di Tengah Danau Toba

SAMOSIR – Jelang liburan panjang akhir pertengahan tahun, mungkin sudah banyak yang mempersiapkan rencana berwisata…

23 Mei 2026

Viral Video TKW Taiwan 3 Vs 1, Link Aslinya Akhirnya Ketemu!

JAKARTA - Media sosial kembali panas setelah video bertajuk “TKW Taiwan 3 Vs 1” mendadak…

23 Mei 2026

Jasa Raharja Raih Penghargaan Kapolri atas Dukungan terhadap Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 dan Operasi Lilin Nataru 2025

JAKARTA – PT Jasa Raharja menerima penghargaan dari KepolisianNegara Republik Indonesia atas partisipasi aktif dan…

23 Mei 2026

Hadiri Rakernis Dokkes Polri 2026, Jasa Raharja Perkuat Sinergi Penanganan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

JAKARTA – PT Jasa Raharja menghadiri Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Dokkes Polri Tahun 2026 sebagai…

23 Mei 2026

Bupati Deli Serdang Lepas Empat Atlet Renang di Ajang Internasional Milo-KL Klasik Invitational 2026 Malaysia

DELI SERDANG – Empat atlet renang muda asal Kabupaten Deli Serdang siap mengharumkan nama daerah…

23 Mei 2026

Wakil Bupati Deli Serdang Hadiri Pembukaan MUPEL XXIII Permata GBKP di Sibolangit

DELI SERDANG – Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, menegaskan bahwa pemuda merupakan kekuatan…

23 Mei 2026