MEDAN– Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FH UMSU) kembali menggelar ajang bergengsi Internal Moot Court Competition (IMCC) Jilid VIII. Kompetisi ini resmi dibuka pada Selasa (21/7/2025) di Auditorium UMSU, Jalan Muchtar Basri Medan.
Berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2025, IMCC memperebutkan dua trofi prestisius dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Dekan FH UMSU.
Ajang ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat praktik hukum mahasiswa melalui simulasi peradilan pidana yang komprehensif.
Dekan Fakultas Hukum UMSU, Assoc. Prof. Dr. Faisal SH MHum membuka acara secara resmi dan menekankan pentingnya IMCC sebagai lebih dari sekadar lomba.
“Kompetisi ini merupakan ruang strategis untuk membentuk karakter dan kompetensi calon penegak hukum yang profesional dan berintegritas,” ungkapnya
IMCC Jilid VIII tak hanya menyajikan simulasi peradilan pidana, mulai dari tahap penyidikan hingga pembacaan putusan, tetapi juga dirangkai dengan Focus Group Discussion (FGD) yang membedah isu-isu aktual seputar penegakan hukum di Indonesia.
Hadir sebagai narasumber yakni Assoc. Prof. Dr. Adi Mansar, S.H., M.Hum., pakar hukum pidana, serta Dr. Flora Nainggolan, S.H., M.Hum., akademisi yang juga dikenal sebagai pemerhati keadilan sosial.
FGD ini menjadi forum reflektif yang memperkaya wawasan mahasiswa dalam memahami tantangan dunia hukum, terutama di tengah dinamika sosial dan perubahan regulasi yang cepat.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Komunitas Peradilan Semu (KPS) FH UMSU, dengan pelibatan tim-tim mahasiswa dari berbagai angkatan.
Ketua KPS, Rahmat Hakim Siregar, menyebut bahwa IMCC adalah sarana penting untuk menanamkan nilai keadilan, kedisiplinan, dan profesionalisme dalam diri calon-calon sarjana hukum.
“Ini bukan sekadar uji kemampuan teknis, tetapi juga ajang penanaman karakter,” tegasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri jajaran pimpinan fakultas seperti Wakil Dekan I Dr. Zainuddin, S.H., M.H. dan Wakil Dekan III Dr. Atikah Rahmi, S.H., M.H..
Turut hadir pula sejumlah perwakilan dari lembaga penegak hukum seperti Ahmad Hayyu Wali dari Kejati Sumut, Kapten Inf. Sugino dari Kodim 0201/Medan, dan AKP Ahmad Albar dari Polrestabes Medan.
Kehadiran para praktisi tersebut menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan lembaga hukum, sekaligus mempertegas komitmen FH UMSU dalam mencetak lulusan yang siap mengawal keadilan dengan bekal ilmu, etika, dan integritas. (swisma)




