MEDAN – Hujan deras yang mengguyur kota Medan pada Minggu (3/9) sekitar pukul 17.30 Wib sampai malam hari telah menyebabkan beberapa daerah di kota Medan mengalami kebanjiran. Padahal, banyak masyarakat mengetahui pemerintah kota Medan melalui dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi Kota Medan (SDABMBK) sedang gencar-gencarnya membangun proyek saluran drainase U-Ditch.
Dampak proyek ini pun bukan saja membuat kondisi jalan di kota Medan kupak kapik namun demi Medan tidak banjir kedepan, masyarakat pun hanya dapat mengelus dada.
Ternyata harapan masyarakat agar daerah yang dipasang U-Ditch tidak banjir jauh dari harapan, buktinya, kemarin hujan deras yang mengguyur kota Medan, badan jalan banyak yang banjir, anehnya daerah yang sebelumnya tidak pernah banjir kini menjadi langganan banjir setiap hujan turun.
Hampir di semua daerah di kota Medan saat ini sedang dibangun proyek U-Ditch, ada yang sedang pengerjaan ada yang sudah selesai. Namun itu bukan jaminan tidak banjir.
Dampak banjir yang terjadi di beberapa daerah di kota Medan dan bahkan semakin parah dari sebelumnya ini membuat anggota DPRD kota Medan, Hendra DS angkat bicara. Saat diminta tanggapannya, Hendra DS yang duduk di komisi 4 DPRD Medan ini mengaku sangat menyayangkan kinerja dinas SDABMBK kota Medan jauh dari harapan.
Hendra DS menyebut sudah selayaknya proyek saluran drainase U-Ditch ditinjau ulang kembali, sebab dari banjir yang pernah terjadi, banjir pada Minggu malam (3/9) yang terparah. Padahal proyek U-Ditch sudah berjalan.
“Kita melihat sepertinya proyek U-Ditch ini tidak melewati proses kajian studi kelayakan. Elevansinya juga diragukan dan para pekerja proyek diduga tidak mengetahui struktur tanah di Medan sehingga meski U-Ditch telah selesai banjir tetap saja terjadi,”kata Hendra DS, Senin (4/9) melalui telepon selulernya.
Politisi dari Partai Hanura kota Medan ini mencontohkan lagi, beberapa lokasi yang menjadi langganan banjir parah antara lain Jalan Jermal, Jalan Setia Budi, Jalan Thamrin, Jalan dibawah Fly Over Letjend Jamin Ginting, Jalan Gatot Subroto, Jalan Danau Singkarak, Jalan Ayahanda, Jalan Sutomo, Jalan Willem Iskandar, dan sejumlah ruas lainnya.
”Harusnya pengerjaan proyek U-Ditch sudah bisa dilirik oleh aparat penegak hukum agar dapat ditingkatkan pengawasan terhadap pengerjaan tersebut. Jangan sampai proyek U-Ditch mirip dengan proyek lampu taman (lampu pocong) yang dijadikan total lost karena dianggap proyek gagal,” terangnya. (red)
JAKARTA – Aktivis antikorupsi yang juga Ketua Umum Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (Jaga Marwah), Edison…
MEDAN – Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kesehatan para awak angkutan umum, PT Jasa Raharja…
JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, subholding PTPN III (Persero), menetapkan pembagian…
DELI SERDANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet sepatu roda Kabupaten Deli Serdang. Kontingen Deli Serdang…
MEDAN – Merasa persoalan banjir yang telah berlangsung belasan tahun tak kunjung mendapatkan solusi, perwakilan…
MEDAN – Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina)…