MEDAN – Polisi akhirnya berhasil mengungkap kasus kematian mantan personel TNI, Andreas Rury Stein Sianipar. Empat orang pelaku warga sipil telah diamankan.
Keempatnya yakni CJS (23), MFIH (25), FA (38) dan F (45). Sementara seorang lagi yang merupakan otak pelaku yakni, HS diamankan oleh Denpom.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan menjelaskan, keempat pelaku dalam menjalankan aksinya berbagi peran. Mulai dari menjemput hingga mengeksekusi korban hingga tewas.
“CJS ini berperan menjemput paksa korban dari Gang Dame menuju rumah tersangka utama, HS. Lalu MFIH berperan memukul dan menendang korban dan juga menebas kaki korban dengan senjata tajam,” jelas Gidion, Jumat (3/1/25).
“Selanjutnya FA memukul badan korban bagian dada secara berulang-ulang dan membantu tersangka HS mengikat kaki dan tangan korban. Keempat, F yang kemarin subuh kita amankan, perannya melakukan pemukulan dengan menggunakan tangan dan selang,” sambungnya.
Meski telah mengamankan para pelaku, Gidion juga mengatakan bahwa pihaknya masih memburu tujuh pelaku lainnya. Ketujuhnya berinisial F, R, RSH, E, NIG, J dan FS.
“Ketujuhnya berperan turut membantu melakukan penganiayaan terhadap korban,” pungkasnya.
JAMBI – PT Jasa Raharja (Persero) terus memperkuat transformasi pelayanan melalui penguatan sinergi dengan pemerintah…
MEDAN – Setiap kali hujan turun, kekhawatiran selalu menyelimuti warga Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan…
MEDAN – Tumpukan sampah yang belum terangkut, jalan lingkungan yang rusak, lampu penerangan jalan umum…
MEDAN - Direktur CV Fathara Jasa Teknik, Ali Lubis, menepis tudingan bahwa pengerjaan proyek pemeliharaan…
JAKARTA – Kuasa hukum tersangka Don Ritto, Handika Honggowongso, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan langkah hukum…
MEDAN - Sebagai bentuk komitmen dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan kesadaran masyarakat…