Kategori: News

PTPN IV PalmCo Jaga Nafas Bantuan Pascabencana, Dari Huntara hingga Pangan untuk Aceh Utara

MEDAN — Bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatera, pemulihan bukanlah garis akhir yang cepat. Setelah sorotan kamera mereda, kebutuhan dasar masih harus dipenuhi, hunian mesti diselesaikan, dan kehidupan perlahan dibangun kembali. Di fase inilah konsistensi bantuan menjadi krusial.

PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Sub Holding PTPN III (Persero) menunjukkan upaya menjaga kesinambungan tersebut. Setelah terlibat sejak awal bencana—mulai dari evakuasi warga, penyediaan lahan, hingga pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap)—BUMN perkebunan ini kembali menyalurkan puluhan ton bantuan pangan ke Aceh Utara, Rabu kemarin.

Bantuan disalurkan melalui program BUMN Peduli dengan koordinasi Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Pelepasan bantuan dilakukan dari Kantor Regional I PTPN IV di Medan, menandai kelanjutan respons perusahaan di masa pemulihan, bukan sekadar respons darurat.

“Ini bukan penyaluran pertama, dan mudah-mudahan bukan yang terakhir. Sejak awal bencana, PalmCo berkomitmen hadir mendampingi masyarakat sampai mereka benar-benar pulih,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa, Kamis (15/01/2026).

*Dari Darurat ke Pemulihan*
Aceh Utara menjadi salah satu wilayah yang masih membutuhkan dukungan pangan seiring proses relokasi dan perbaikan infrastruktur yang belum sepenuhnya rampung. Menurut Jatmiko, keputusan memperluas distribusi bantuan didasarkan pada kebutuhan lapangan yang dinamis.

Sebanyak 15 ton minyak goreng, 12 ton beras dan 60 ribu mie instan disalurkan di 3 titik di Aceh Utara.

“Kami melihat dampak bencana tidak berhenti di satu titik. Karena itu bantuan diperluas agar saudara-saudara kita yang terdampak punya ruang untuk kembali menata kehidupan,” katanya.

Sejak bencana melanda sejumlah daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, kontribusi PTPN IV PalmCo telah menjangkau 16 kabupaten/kota. Wilayah tersebut antara lain Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Langsa, Medan, Langkat, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Sibolga, hingga Pasaman Barat dan Tanah Datar.

Data perusahaan mencatat, PalmCo terlibat dalam evakuasi sekitar 1.700 warga, mengerahkan 27 unit alat berat untuk membuka akses wilayah terisolasi, serta mendirikan 45 posko pengungsian. Bantuan logistik yang disalurkan mencakup beras, air mineral, gula, telur, minyak goreng, mi instan, pakaian, dan obat-obatan.

Di luar itu, perusahaan juga menyediakan akses komunikasi gratis berbasis Starlink di sejumlah wilayah terpencil, membantu warga dan petugas tetap terhubung di tengah keterbatasan jaringan.

*Kolaborasi Lintas Lembaga*
Langkah PalmCo tidak berjalan sendiri. Sejak hari pertama bencana, perusahaan membentuk Tim Crisis Centre untuk mengoordinasikan respons cepat dan memastikan bantuan tepat sasaran. Tim ini bekerja bersama pemerintah pusat dan daerah, BPBD, TNI, kepolisian, serta berbagai organisasi kemanusiaan.

Kolaborasi itu pula yang memungkinkan PalmCo terlibat dalam penyediaan lahan relokasi untuk huntara dan huntap lengkap dengan fasilitas umum, serta dukungan nonlogistik seperti penyediaan makam gratis bagi korban bencana.

“Tidak semua orang punya kesempatan untuk berbagi dalam situasi seperti ini. Kami bersyukur, sebagai BUMN, diberi ruang dan kemampuan untuk hadir bersama masyarakat,” ujar Jatmiko.

*Menjaga Keberlanjutan*
Di tengah banyaknya bantuan yang bersifat sesaat, keberlanjutan menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan pascabencana. Upaya PalmCo yang bergerak dari fase tanggap darurat hingga pemulihan menunjukkan bahwa peran korporasi negara dapat melampaui bantuan simbolik.

Bagi warga terdampak, bantuan pangan yang datang hari ini bukan sekadar logistik, melainkan penanda bahwa mereka belum ditinggalkan. Bagi negara, kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan BUMN menjadi fondasi penting agar pemulihan tidak terputus di tengah jalan.

“Mudah-mudahan apa yang kami lakukan memberi manfaat nyata, bukan hanya hari ini, tetapi untuk perjalanan pemulihan yang masih panjang,” kata Jatmiko.

Pemulihan memang membutuhkan waktu. Namun, dengan bantuan yang terus mengalir dan kerja bersama berbagai pihak, harapan untuk bangkit tetap terjaga.

Terkini

JAGA MARWAH: Penggeledahan Kafe Terkait Jampidsus Jangan Dijadikan Alat Pelemahan Kejaksaan RI

JAKARTA – Aktivis antikorupsi yang juga Ketua Umum Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (Jaga Marwah), Edison…

9 Juli 2026

Jasa Raharja Sumatera Utara Gelar Mobile Unit Keselamatan Lalu Lintas di Pool PO DAMRI Medan

MEDAN – Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kesehatan para awak angkutan umum, PT Jasa Raharja…

8 Juli 2026

Konsisten, PTPN IV Palmco Tahun Ini Bagikan Dividen Rp2,83 Triliun

JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, subholding PTPN III (Persero), menetapkan pembagian…

8 Juli 2026

DSILS Sabet 28 Medali di Kejurnas Pariaman Open 2026, Zulkifli: Hadiah Terindah untuk HUT ke-80 Deli Serdang

DELI SERDANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet sepatu roda Kabupaten Deli Serdang. Kontingen Deli Serdang…

7 Juli 2026

Solusi Banjir Sempakata Tak Kunjung Ada, Warga Korban Temui Ketua DPRD Kota Medan

MEDAN – Merasa persoalan banjir yang telah berlangsung belasan tahun tak kunjung mendapatkan solusi, perwakilan…

7 Juli 2026

LIPPSU Ajak Masyarakat Selamatkan Tanah Gordang Sambilan dari Mafia PETI: Stop, Sebelum Alam Murka!

MEDAN – Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina)…

7 Juli 2026