Kategori: News

Strawberry Moon, Fenomena Alam Menakjubkan di Langit Juni: Bisa Dilihat di Indonesia

JAKARTA () – Salah satu fenomena alam yang bisa disaksikan saat ini dalah Strawberry Moon, bulan purnama cantik berwarna stroberi yang menghiasi langit setiap bulan Juni.

Pada 2025 ini, waktu terbaik untuk menyaksikan fenomena Strawberry Moon adalah saat bulan terbit pada 11 Juni di kala senja, terutama di wilayah dengan langit cerah dan minim polusi cahaya.

Nama Strawberry Moon sendiri berasal dari tradisi suku asli Amerika, yang mengaitkannya dengan musim panen stroberi di bulan Juni.

The Old Farmer’s Almanac mencatat bahwa beberapa suku, seperti Algonquin, memberi nama ini karena pada bulan Juni, buah stroberi mencapai masa panen terbaiknya.

Selain itu, berbagai budaya memiliki sebutan berbeda untuk bulan purnama Juni.

Beberapa suku menyebutnya Hot Moon atau Blooming Moon, merujuk pada cuaca yang mulai panas dan bunga-bunga yang bermekaran.

Sementara di Eropa, bulan ini dikenal sebagai Rose Moon atau Honey Moon karena Juni juga merupakan waktu panen madu pertama dalam setahun.

Fenomena Strawberry Moon juga pernah terjadi bersamaan dengan titik balik matahari musim panas (summer solstice) pada 2016, yang menciptakan pemandangan langka yang bahkan terekam dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) oleh astronaut NASA.

Di Indonesia, Strawberry Moon dapat diamati pada 10 dan 11 Juni 2025, mulai dari terbitnya bulan di ufuk timur hingga terbenam di barat.

Untuk pengamatan optimal, disarankan mencari lokasi dengan pandangan luas ke arah timur dan jauh dari polusi cahaya perkotaan.

Menariknya, Strawberry Moon 2025 akan menjadi bulan purnama terendah di langit utara sejak 2006 karena fenomena major lunar standstill.

Peristiwa ini terjadi setiap 19 hingga 20 tahun sekali, di mana bulan terbit dan terbenam di posisi paling ekstrem di utara dan selatan.

Selain itu, pada malam yang sama, bintang Antares, yaitu bintang paling terang di rasi Scorpius akan tampak bersinar dekat bulan.

Bahkan, di wilayah Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Selatan, bulan akan melintas di depan Antares, menciptakan fenomena okultasi lunar yang langka.

Bagi Anda yang tertarik untuk menyaksikan fenomena alam ini, berikut adalah beberapa tips untuk menikmati keindahan Strawberry Moon:

1. Gunakan mata telanjang untuk melihat warna keemasan bulan saat baru terbit.
2. Binokuler atau teleskop kecil dapat membantu melihat detail permukaan bulan.
3. Pantau waktu terbit bulan di lokasi Kawan, karena waktunya berbeda-beda tergantung garis bujur

Terkini

JAGA MARWAH: Penggeledahan Kafe Terkait Jampidsus Jangan Dijadikan Alat Pelemahan Kejaksaan RI

JAKARTA – Aktivis antikorupsi yang juga Ketua Umum Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (Jaga Marwah), Edison…

9 Juli 2026

Jasa Raharja Sumatera Utara Gelar Mobile Unit Keselamatan Lalu Lintas di Pool PO DAMRI Medan

MEDAN – Dalam upaya meningkatkan keselamatan dan kesehatan para awak angkutan umum, PT Jasa Raharja…

8 Juli 2026

Konsisten, PTPN IV Palmco Tahun Ini Bagikan Dividen Rp2,83 Triliun

JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, subholding PTPN III (Persero), menetapkan pembagian…

8 Juli 2026

DSILS Sabet 28 Medali di Kejurnas Pariaman Open 2026, Zulkifli: Hadiah Terindah untuk HUT ke-80 Deli Serdang

DELI SERDANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet sepatu roda Kabupaten Deli Serdang. Kontingen Deli Serdang…

7 Juli 2026

Solusi Banjir Sempakata Tak Kunjung Ada, Warga Korban Temui Ketua DPRD Kota Medan

MEDAN – Merasa persoalan banjir yang telah berlangsung belasan tahun tak kunjung mendapatkan solusi, perwakilan…

7 Juli 2026

LIPPSU Ajak Masyarakat Selamatkan Tanah Gordang Sambilan dari Mafia PETI: Stop, Sebelum Alam Murka!

MEDAN – Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina)…

7 Juli 2026