MEDAN – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-59 Kota Medan Tahun 2026 kembali menuai sorotan publik. Hingga memasuki hari ketiga, kondisi venue yang berlumpur dan belum siap sepenuhnya memicu keluhan dari peserta maupun pengunjung.
Kegiatan yang digelar di kawasan Jalan Gatot Subroto Km 5, Kecamatan Medan Sunggal ini diketahui menelan anggaran hampir Rp1,6 miliar dari APBD Kota Medan 2026. Namun di lapangan, sejumlah fasilitas justru dinilai belum memadai.
Pantauan di lokasi pada Selasa (14/4/2026), alat berat seperti mini excavator dan excavator besar masih beroperasi meratakan tanah di area venue. Ironisnya, area tersebut sudah digunakan sebagai lokasi parkir kendaraan roda dua dan roda empat.
Pengunjung yang datang bahkan harus melewati jalan tanah yang becek, tidak rata, dan licin. Kondisi ini membuat sebagian pengunjung kesulitan masuk ke area acara.
“Parah kali. Mau masuk saja harus ekstra hati-hati, kalau tidak motor bisa tergelincir. Parkirnya juga becek,” keluh salah seorang pengunjung.
Tak hanya itu, beberapa pengunjung dilaporkan sempat terpeleset saat berjalan kaki dari area parkir menuju lokasi utama MTQ. Situasi ini memicu kekhawatiran soal keselamatan dan kenyamanan selama acara berlangsung.
MTQ ke-59 Kota Medan sendiri resmi dibuka oleh Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas pada Sabtu (11/4/2026). Ajang tahunan bernuansa religi ini dijadwalkan berlangsung hingga 18 April 2026.
Berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), anggaran kegiatan mencapai Rp1.599.940.900 dengan paket tender jasa event organizer. Proyek ini berada di bawah satuan kerja Kecamatan Medan Sunggal, dengan Camat Medan Sunggal Irfan Abdilla sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Penyelenggaraan MTQ ini diunggah dengan nomor paket 10120502000 dengan judul “Tender Jasa Event Organizer Penyelenggaraan MTQ Tk.Kota Medan Th.2026”.
Sementara itu, perusahaan yang ditetapkan sebagai pemenang tender adalah PT Angsamas Ratu Tama dengan nilai penawaran sebesar Rp1.589.503.350.
Besarnya anggaran yang digelontorkan tidak sejalan dengan kondisi di lapangan yang dinilai masih jauh dari kata layak. Publik pun mulai mempertanyakan kesiapan penyelenggaraan serta pengawasan terhadap penggunaan anggaran kegiatan tersebut.
Sorotan ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah agar pelaksanaan event keagamaan berskala besar tidak hanya fokus pada seremoni, tetapi juga memastikan kualitas fasilitas, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh peserta dan pengunjung. (Red)
MEDAN – Di balik riuh proyek pengadaan barang di lingkungan BUMN, terselip kisah panjang yang…
MEDAN – Permasalahan pengelolaan persampahan di Kecamatan Medan Tuntungan menjadi perhatian serius dalam Sosialisasi Peraturan…
MEDAN - Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Rahudman Harahap, melontarkan kritik keras terhadap langkah Wali Kota…
SAMOSIR – Jelang liburan panjang akhir pertengahan tahun, mungkin sudah banyak yang mempersiapkan rencana berwisata…
JAKARTA - Media sosial kembali panas setelah video bertajuk “TKW Taiwan 3 Vs 1” mendadak…
JAKARTA – PT Jasa Raharja menerima penghargaan dari KepolisianNegara Republik Indonesia atas partisipasi aktif dan…