Kategori: Politik

‘Bom Waktu’ di Golkar Sumut, Bila Calon Ketua Berpotensi Tersandung Hukum

MEDAN – Peringatan keras datang dari pengamat Sosial, Politik dan Pembangunan Sumatera Utara, Azhari Kemala Putra Sinik.

Menurutnya, pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Sumut dalam Musda XI mendatang bisa menjadi bom waktu politik, jika figur yang diusung ternyata berpotensi tersangkut masalah hukum.

“Berbahaya jika Ketua Golkar Sumut mendatang berpotensi tersangkut masalah hukum,” tegas Azhari Sinik kepada wartawan di Medan, kemarin (25/5).

Azhari yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) ini mengungkapkan bahwa salah satu bakal calon ketua saat ini tengah menjadi sorotan serius penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kasusnya sudah di meja penyidik. Dokumen kasus korupsinya sedang diteliti, dan sekelompok Aktfis Sumut sudah mendesak KPK untuk segera diusut tuntas” ungkapnya tanpa menyebutkan nama.

Siapa yang Dimaksud?

Azhari Sinik tak menyebutkan identitas figur yang dimaksud, namun ia menekankan bahwa Golkar sebagai partai besar semestinya memegang teguh prinsip PDDLT (Prestasi, Disiplin, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).

“Tidak tercela itu artinya bersih dari persoalan hukum dan moral. Jadi, meskipun laporan ke KPK belum tentu benar, partai tetap harus waspada. Ini soal integritas dan kepercayaan publik kepada GOLKAR saat ini,” kata Azhari yang akrab disapa Ari Sinik.

Masalah Besar

Golkar Sumut, kata Azhari Sinik, baru saja bangkit dari turbulensi politik selama lebih dari satu dekade. Setelah 15 tahun dihantam krisis internal dan kasus hukum, baru di bawah kepemimpinan Musa Rajekshah (Ijeck) partai itu kembali stabil dan meraih kemenangan di Pemilu 2024.

“Kalau sampai salah pilih lagi, efeknya bisa panjang. Minimal butuh 10 tahun untuk pulih kembali, seperti yang dialami Golkar di era sebelumnya,” kata Azhari Sinik.

“Jangan sampai sejarah kelam itu terulang hanya karena nafsu ambisi sesaat tambahnya”.

Implikasi

Peringatan ini tidak main-main. Jika calon ketua yang terpilih nantinya benar-benar tersangkut kasus hukum, bukan hanya nama partai yang tercoreng, tetapi juga masa depan GOLKAR di Pemilu 2029 bisa terancam.

“Pemilik suara di Musda XI harus jeli dan jangan memilih dengan emosi. GOLKAR sedang berada di jalur yang tepat. Jangan digiring ke jurang kehancuran hanya karena salah memilih sosok yang keliru,” pungkas Azhari. (rel)

Terkini

Direktur SSE Curhat 2 Tahun Tagih Hak ke Inalum Hingga Surati Presiden Prabowo

MEDAN – Di balik riuh proyek pengadaan barang di lingkungan BUMN, terselip kisah panjang yang…

24 Mei 2026

M. Afri Rizki Lubis Minta Warga Disiplin Bayar Retribusi Sampah, LPJU Rusak di Medan Tuntungan Ikut Disorot

MEDAN – Permasalahan pengelolaan persampahan di Kecamatan Medan Tuntungan menjadi perhatian serius dalam Sosialisasi Peraturan…

24 Mei 2026

Rahudman: Rico Waas Salah Langkah, Kepala Daerah Bukan Penguasa yang Bisa Jalan Sendiri

MEDAN - Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Rahudman Harahap, melontarkan kritik keras terhadap langkah Wali Kota…

24 Mei 2026

14 Tempat Wisata di Samosir Paling Indah, Surga Tersembunyi di Tengah Danau Toba

SAMOSIR – Jelang liburan panjang akhir pertengahan tahun, mungkin sudah banyak yang mempersiapkan rencana berwisata…

23 Mei 2026

Viral Video TKW Taiwan 3 Vs 1, Link Aslinya Akhirnya Ketemu!

JAKARTA - Media sosial kembali panas setelah video bertajuk “TKW Taiwan 3 Vs 1” mendadak…

23 Mei 2026

Jasa Raharja Raih Penghargaan Kapolri atas Dukungan terhadap Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 dan Operasi Lilin Nataru 2025

JAKARTA – PT Jasa Raharja menerima penghargaan dari KepolisianNegara Republik Indonesia atas partisipasi aktif dan…

23 Mei 2026