Kategori: Politik

Forum Komunikasi Wanita Islam Indonesia : Isu SARA untuk Menjatuhkan Hasyim Adalah Politik Murahan

MEDAN – Ketua Forum Komunikasi Wanita Islam Indonesia (FKWII), Nur Ainun, yang lahir dari keluarga berbeda—ayahnya berdarah Tionghoa dan ibunya bersuku Batak—menegaskan bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dirawat, bukan dijadikan senjata untuk menjatuhkan lawan politik.

Ia mengecam keras praktik politik yang menggunakan isu SARA untuk melemahkan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan, Hasyim SE, dan menyebut upaya itu sebagai tindakan tidak bermoral, bertentangan dengan nilai kebangsaan, serta berpotensi memecah belah masyarakat.

Menurut Nur Ainun, kepemimpinan tidak boleh diukur dari latar belakang etnis atau agama seseorang, melainkan dari kinerja, pengabdian, dan kedekatannya dengan masyarakat.

“Bangsa ini berdiri di atas semangat persatuan dan kebhinekaan. Semua warga negara berhak memimpin sepanjang mereka mampu dan dipercaya rakyat. Jangan pernah membawa identitas untuk melemahkan seseorang,” tegasnya.

Ia menilai, isu SARA yang diarahkan kepada Hasyim SE hanyalah strategi politik murahan yang sengaja dimainkan untuk menjatuhkan elektabilitasnya.

“Tujuan mereka jelas, ingin menggagalkan Hasyim agar tidak lagi memimpin. Padahal, rekam jejaknya sangat jelas: beliau membesarkan partai dan tetap dekat dengan rakyat. Ini fakta yang tidak bisa ditutup-tutupi,” ujar Nur Ainun.

Sebagai perempuan yang tumbuh dalam keberagaman, Nur Ainun menegaskan bahwa Kota Medan justru membutuhkan pemimpin inklusif seperti Hasyim SE.

“Hasyim adalah sosok yang terbuka, mampu merangkul semua kalangan, dan selalu hadir di tengah masyarakat. Figur seperti inilah yang layak mendapat dukungan penuh, bukan malah dilemahkan dengan isu-isu yang tidak mendidik,” katanya.

Ia juga mengingatkan, penggunaan isu SARA dalam politik bukan hanya merusak demokrasi, tapi juga mengkhianati nilai kebangsaan.

“Kita harus melawan praktik semacam ini. Jangan biarkan politik identitas menguasai panggung demokrasi kita. Jika dibiarkan, ini akan merusak generasi bangsa ke depan,” tambahnya.

Lebih jauh, Nur Ainun mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya perempuan, untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang memecah belah.

“Perempuan adalah penjaga nilai di tengah keluarga dan masyarakat. Kita harus menjadi benteng, agar generasi muda tumbuh dengan semangat kebersamaan, bukan kebencian,” ujarnya.

Dalam pandangannya, dukungan kepada Hasyim SE adalah bentuk dukungan terhadap kepemimpinan yang inklusif dan visioner. “Selagi beliau mampu, kenapa harus dihalangi? Justru ini saatnya kita tunjukkan kepercayaan penuh agar Kota Medan semakin maju di bawah kepemimpinannya,” ucap Nur Ainun.

Di akhir pernyataannya, Nur Ainun menegaskan kembali bahwa Forum Komunikasi Wanita Islam Indonesia berdiri teguh menolak segala bentuk politik identitas.

“Isu SARA tidak boleh menjadi senjata untuk menjatuhkan. Kita ingin pemimpin yang bekerja nyata untuk rakyat. Dan kami melihat Hasyim SE adalah sosok yang layak untuk terus memimpin dan membesarkan partai di Kota Medan,” tutupnya. (Red)

Terkini

Direktur SSE Curhat 2 Tahun Tagih Hak ke Inalum Hingga Surati Presiden Prabowo

MEDAN – Di balik riuh proyek pengadaan barang di lingkungan BUMN, terselip kisah panjang yang…

24 Mei 2026

M. Afri Rizki Lubis Minta Warga Disiplin Bayar Retribusi Sampah, LPJU Rusak di Medan Tuntungan Ikut Disorot

MEDAN – Permasalahan pengelolaan persampahan di Kecamatan Medan Tuntungan menjadi perhatian serius dalam Sosialisasi Peraturan…

24 Mei 2026

Rahudman: Rico Waas Salah Langkah, Kepala Daerah Bukan Penguasa yang Bisa Jalan Sendiri

MEDAN - Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Rahudman Harahap, melontarkan kritik keras terhadap langkah Wali Kota…

24 Mei 2026

14 Tempat Wisata di Samosir Paling Indah, Surga Tersembunyi di Tengah Danau Toba

SAMOSIR – Jelang liburan panjang akhir pertengahan tahun, mungkin sudah banyak yang mempersiapkan rencana berwisata…

23 Mei 2026

Viral Video TKW Taiwan 3 Vs 1, Link Aslinya Akhirnya Ketemu!

JAKARTA - Media sosial kembali panas setelah video bertajuk “TKW Taiwan 3 Vs 1” mendadak…

23 Mei 2026

Jasa Raharja Raih Penghargaan Kapolri atas Dukungan terhadap Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 dan Operasi Lilin Nataru 2025

JAKARTA – PT Jasa Raharja menerima penghargaan dari KepolisianNegara Republik Indonesia atas partisipasi aktif dan…

23 Mei 2026